malam dengan bulan

letih mencoba merangkai kata dari pikiran yang ada. letih mencoba menenangkan diri. ketika terseret hempasan angin, terbawa lautan pasir, terlena aliran waktu, tenggelam.

waktu jahat, ia menyeret diam-diam. ia menjanjikan, manis-manis. ia mengharapkan. ia menenggelamkan, dalam sunyi, mendekam tiba-tiba, menyisakan tiada apa selain hampa dan bisikan-bisikan meminta.

kalau boleh, tidaklah lagi ingin merasa dikejar waktu.

ruang megah. gagah. besar. lebar. jauh. dingin. kosong. menginginkan orang untuk mengucap rasa, memberikan kesan, menyampaikan apa yang tak tersampaikan. padahal hanya ruang. ruang-ruang kecil tak terisikan.

—-

ada waktu ketika seseorang tidak lagi ingin meminta, tidak lagi ingin berucap, tidak lagi ingin menangis. tidak lagi ingin mengharapkan, diharapkan, dijanjikan, dan menjanjikan. ia hanya ingin meringkuk, meringkuk dalam hangat, lalu diam. tidak lagi menagih kata, mengambil ucapan yang tercecer, atau mengharap mimpi. ia sudah tidak peduli, tidak percaya. acuh dan menutup indera, hanya mengharapkan waktu tahu apa yang dia mau.

hm? masih mengharapkah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: